slogan leutika prio

Kategori Sosial Politik

61. Teologi Pembangunan: Konsep dan Strategi Islam Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Teologi Pembangunan: Konsep dan Strategi Islam Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan dan BerkelanjutanPembangunan adalah keniscayaan. Apa pun sudut pandang yang digunakan dalam memaknainya. Semua meyakini pembangunan adalah instrumen penting menuju kemajuan. Meskipun tak dipungkiri, sejarah mencatat pembangunan juga pernah menyisakan kesengsaraan, diskriminasi, pengekangan hak, hingga suburnya KKN. Di Indonesia, 32 tahun Orde Baru menyimpangkan pembangunan demi nafsu penguasa dan kroninya. Tugas berat ke depan bagaimana meletakkan pembangunan pada posisi dan porsi yang berpihak pada rakyat. Pembangunan mesti menjamin keadilan sosial ekonomi. Pembangunan juga harus dikendalikan agar lestari keberlanjutannya. Buku ini hadir menyuguhkan pemikiran dari perspektif yang jarang diperhatikan, yaitu teologi. Sentuhan spritual diharapkan menjadi strategi fundamental dalam menggerakkan seluruh sistem yang menyokong jalannya pembangunan. Spritualisme Islam dalam pembangunan dikupas secara lugas dan tuntas mulai dari ajaran normatif hingga strategi aplikatif. Paparan dalam buku ini bukanlah akhir namun justru awal untuk membuka ruang diskusi dan komunikasi lintas sektor, disiplin ilmu, hingga antar ideologi.

62. Politik Luar Negeri Indonesia

Politik Luar Negeri IndonesiaPrinsip ideal politik luar negeri Indonesia telah dinyatakan sebagai “bebas dan aktif”. Prinsip ini dikemukakan pertama kali pada bulan September 1948 oleh Almarhum Mohammad Hatta, Wakil Presiden yang pertama kali merangkap Perdana Menteri. Prinsip bebas dan aktif ini dipilih untuk menolak tuntutan sayap kiri agar Republik berpihak pada Uni Soviet, dengan demikian juga untuk menghindarkan diri dari tuduhan Belanda, dan juga untuk membuat jarak dengan Amerika Serikat. Disamping itu juga dimaksudkan sebagai upaya mendefinisikan peranan yang tepat bagi Indonesia dalam konflik antara dua negara besar. Pengelolaan tertib kawasan Asia Tenggara seperti yang dikehendaki Indonesia diikuti pula dengan pendekatan baru terhadap wilayah-wilayah lain, isyu-isyu internasional dan lembaga-lembaga internasional. Prinsip Lingkaran Konsentris (concentric circle) merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi politik luar negeri Indonesia saat ini. Prinsip Lingkaran Konsentris mencerminkan pola penyusunan prioritas dalam praktek politik luar negeri sehingga mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan nasional. Di dalam Lingkaran Konsentris inilah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya menempati lingkaran terdalam yang bermakna kawasan Asia Tenggara menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan politik luar negeri RI semenjak Orde Baru Berkuasa. Berdasarkan Prinsip Lingkaran Konsentris inilah Indonesia berusaha mewujudkan stabilitas politik dan keamanan serta kerjasama antar negara-negara di wilayah Asia Tenggara khususnya dalam kerangka ASEAN.

63. Problem dan Prospek Hubungan Indonesia-Australia (Pasca Referendum di Timor Timur)

Problem dan Prospek Hubungan Indonesia-Australia (Pasca Referendum di Timor Timur)Hubungan antar negara baik secara bilateral maupun multilateral tidak selalu harmonis dan seringkali mengalami pasang surut. Ini merupakan bagian dari kehidupan politik internasional yang wajar. Peristiwa semacam ini bahkan dapat terjadi pada negara-negara yang merupakan sahabat dekat, sekutu, maupun antara tetangga-tetangga dekat. Indonesia dan Australia secara geografis merupakan dua negara yang saling berdekatan, akan tetapi hubungan kedua negara tersebut secara alamiah pada dasarnya sangatlah unik.Prospek hubungan Indonesia Australia antara lain ditentukan oleh faktor internal yaitu sikap saling memahami diantara dua komunitas bangsa yang memiliki perbedaan nilai walaupun secara geografis dekat. Hal ini cukup mempengaruhi hubungan kedua negara pasca Referendum di Timor Timur

64. Jamaah Al Facebookiyah

Jamaah Al FacebookiyahGlobalisasi yang kian menjaman membuat manusia semakin harus pandai-pandai beradaptasi dengannya. Globalisasi dengan segala hiruk pikuknya seolah kian memasung umat manusia untuk tergerus oleh deras arusnya. Facebook, salah satu ‘makhluk’ ciptaan globalisasi ini belakangan menjadi 'faham' yang amat banyak diikuti oleh umat manusia karena berbagai keasyikannya. Facebook hadir sebagai media jejaring sosial yang menyedot perhatian banyak pasang mata dunia. Facebook pun berubah wujud menjadi gaya hidup. Jamaah Al Facebookiyah pun semakin besar jumlahnya. Akan tetapi banyak yang kurang menyadari. Bak dua sisi mata uang, selain mendatangkan kemaslahatan (manfaat), Facebook juga berpotensi besar menimbulkan kemadlaratan (bahaya, kerugian) bagi umat manusia, tak hanya Jamaah Al Facebookiyah, tetapi bisa juga yang bukan jamaah sekalipun bisa terkena imbasnya. Tidak bermaksud menghakimi Facebook. Apalagi memfatwaharamkannya. Tetapi, ini adalah salah satu interupsi kecil yang patut direnungkan bagi Jamaah Al Facebookiyah ataupun para calonnya. ......................... “Mas Fendi yang masih muda merasa resah melihat dunia Facebook. Baginya, Facebook memang tidak salah dan tidak bisa disalahkan, tetapi kita harus bisa kritis dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif, misalnya mencari teman atau berbagi ilmu pengetahuan.” Ridho Al-Hamdi, Penulis buku Berhala Itu Bernama Budaya Pop dengan nama pena Ridho “Bukan” Rhoma. Kini tinggal di Yogyakarta dan menjadi pengajar di Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMY.

65. Obama Bicara

Obama BicaraBuku ini dianjurkan untuk dibaca oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi terutama yang sedang mengikuti mata kuliah Komunikasi Politik dan Public Speaking. Buku ini sangat menginspirasi dan layak menjadi bahan kajian di kelas.

66. Potret Indonesia: Genealogi, Dinamika, Integrasi

Potret Indonesia: Genealogi, Dinamika, IntegrasiGenealogi, dinamika, dan integrasi masyarakat Indonesia dalam buku ini akan dipotret dari sejumlah angle. Di bagian awal dibahas sejumlah pendekatan populer studi sosial budaya seperti Fungsional, Konflik, dan Interaksi-Simbolik.

67. 99 Pesan Kerinduan untuk Presiden

99 Pesan Kerinduan untuk  PresidenPerpaduan dahsyat antara: 99 surat yang menggugah dan menyentak emosi, 22 goresan puisi peneduh jiwa, serta 11 gubahan pantun dan syair melayu, yang penuh isyarat makna. Semua tersaji dengan apik dan filosofis.

68. Pasar Dan Perkembangannya

Pasar Dan PerkembangannyaPasar itu berkembang mengikuti dinamika kehidupan manusia. Tidak ada yang pasti kecuali perubahan, demikian pandangan para filsuf. Manusia berubah karena senantiasa mempersepsikan dunianya, mengaktualisasikan dirinya melalui berbagai inovasi.

69. Catatan Pendek

Catatan PendekKumpulan artikel pendek dengan beragam topik hangat nasional, sosial politik, budaya, hukum dan HAM serta korupsi Catatan seorang pegawai negeri sipil yang cinta tanah air Indonesia.

70. Kuliah, Merantau, Pacaran dan Fenomena Hamil di Luar Nikah

Kuliah, Merantau, Pacaran dan Fenomena Hamil di Luar NikahKhusus untuk kos, mayoritas rumah memang didesain juga sebagai rumah kos. Lumayan untuk tambahan uang belanja. Apalagi bagi bapak kos yang mata keranjang dan senang “jajan,” bisa jadi alternatif kalau sedang bokek. Siapa tahu ada mahasiswi nge-kos yang mau diajak selingkuh dengan kompensasi gratis bayar kos atau minimal bisa di-injen (diintipi). Dari pengamatan dan analisis saya, saya menduga bahwa maraknya aktivitas free-sex yang diakhiri dengan terjadinya un-wanted pregnancy (kehamilan yang tidak dikehendaki) di dalam skema masyarakatnya di semua jenjang kelas yang ada, disebabkan oleh minimnya kontrol orang tua dan lingkungan. Ketika masyarakat memaknai ini semua sebagai sesuatu yang biasa (lazim), datang ke resepsi pernikahan dan melihat pengantin perempuannya dengan perut membuncit sebagai pemandangan yang akrab, maka pada momentum tersebutlah kontrol lingkungan akan benar-benar hilang.

71. Sinetron, Menghibur Diri Sampai Mati

Sinetron, Menghibur Diri Sampai MatiPenonton sinetron kebanyakan bukan berasal dari orang yang berpendidikan tinggi (dari segi ilmu bukan sekadar gelar semata). Mereka inilah penonton yang dieksploitasi oleh tayangan. Dan mereka inilah yang memang tidak mau diajak untuk berpikir kritis. Kelompok ini bisa jadi akan beranggapan bahwa apa yang ditayangan televisi itulah kenyataan sebenarnya. Padahal bukan seperti itu, bukan? Judul buku ini bisa mempunyai dua arti; pertama, sinetron akan terus menghibur sampai penontonnya bosan sendiri, untuk tak mengatakan mati disebabkan menonton sinetron. Kedua, sinetron hanya bisa dibunuh fungsi menghiburnya kalau televisinya dimatikan.

72. The Open Source Way - Cakrawala Teknologi, Pendidikan, Politik dan Pembangunan

The Open Source Way - Cakrawala Teknologi, Pendidikan, Politik dan PembangunanPenulis adalah salah satu penerima penghargaan bergengsi Anugerah Riset dan Teknologi Open Source Software Award Kategori Penulis OSS dari Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2009 dan pemenang berbagai kompetisi penulisan bergengsi misalnya Pesta Blogger+ 2010 dan Teknopreneur Award 2010. Buku ini adalah kumpulan dua puluh lima artikel dan tulisan-tulisan publik yang sempat terangkum dari penulis yang sarat wawasan dan gagasan, sekaligus juga kumpulan artikel yang telah memenangkan berbagai penghargaan, mulai dari Teknologi Informasi, Pendidikan, Pemerintahan, Sosial Budaya, Politik, Lingkungan hingga tulisan ringan seputar Kehidupan yang ditulis di media cetak dan media internet. Membaca buku ini pelan-pelan dan detil, seperti menyelam ke samudera pemikiran ide sang penulis, dan juga dapat memahami berbagai pola penulisan yang “award winning” sehingga bisa berbuah pengetahuan, inspirasi penulisan dan kiat praktis bagaimana penulisan untuk berbagai perlombaan menulis.

73. Meneropong Industri Media Massa

Meneropong Industri Media MassaBuku Meneropong Industri Media Massa ditulis oleh para mahasiswa Pascasarjana Sosiologi UMM yang memilih konsentrasi Sosiologi Komunikasi. Para penulis terdiri dari praktisi pers, dosen, humas, dan pemerhati media. Isi buku memaparkan fakta-fakta institusi media massa yang dijalankan secara bisnis sehingga seringkali meninggalkan fungsi media massa sebagai pilar ke empat dalam sistim kenegaraan. Sebagai institusi bisnis, kekuatan konsentrasi media terbukti lebih memihak kepentingan bisnis sang pemilik, dunia usaha, dan kekuatan-kekuatan sosial yang dominan. Konsentrasi kekuatan tersebut mempengaruhi kecenderungan manajemen (pengelolaan) media, isi media, dan agenda media.

74. UTOPIA NEGARA KESEJAHTERAAN

UTOPIA NEGARA KESEJAHTERAANbuku ini memberikan jawaban yang “praktis – taktis - teknis”, tapi solusi yang lebih bersifat “strategis – paradigmatis - ideologis” untuk berbagai macam problematika yang melanda negri ini

75. Membongkar Kepentingan Ekonomi Politik Media Massa

Membongkar Kepentingan Ekonomi Politik Media MassaDengan menyimak sejarah dan perkembangan media massa yang dibahas ini akan memberikan gambaran hubungan dan keterkaitan kuat persoalan motif ekonomi dan politik dari masing-masing media massa.

76. PSIKOLOGI FORENSIK

PSIKOLOGI FORENSIKBuku ini kami persembahkan untuk : keluarga, Guru Kami dan Para Ilmuwan-Ilmuwan Hukum dan Psikologi.


Sebelumnnya [1] [2] [3] [4] Selanjutnya
Leutika Leutika